Luhut ganggu terlalu banyak laptop impor untuk pendidikan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan bisa mencapai Rp 17 triliun melalui pengadaan pemerintah pada 2024.

Luhut mengatakan belanja pemerintah untuk produk pendidikan dalam negeri (PDN), khususnya produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK), masih sangat rendah dibandingkan produk impor.

“Jadi dalam 4 tahun ke depan kita akan belanjakan sebanyak itu. Kita ingin secara bertahap berkreasi sebanyak-banyaknya

di dalam negeri,” kata Luhut, seperti dikutip Antara, Jumat (23/7/2021).

Untuk anggaran tahun 2021, total kebutuhan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ristek dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk pengadaan laptop sebanyak 431.730 unit senilai Rp 3,7 triliun.

Baca Juga: Tertarik Daftarkan CPNS Petugas Avsec Bandara? Ini adalah jumlah gaji per bulan

Jumlah tersebut terdiri dari 189.165 unit (sekitar Rp 1,3 triliun) oleh APBN 2021 dan 242.565 unit (sekitar Rp 2,4 triliun) oleh DAK untuk pendidikan jasmani.

“Kontrak penggunaan PDN saat ini sudah ditandatangani senilai Rp1,1 triliun,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Menurut Luhut, saat ini ada enam produsen laptop dalam negeri dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 25 persen dan telah mampu memenuhi kebutuhan pengadaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta pemerintah daerah di 2021.

Perlu diketahui, kesiapan produksi laptop dalam negeri sebanyak 351.000 unit pada September 2021 dan total 718.100 unit pada November 2021.

Baca juga: Penasaran Gaji Polisi Pangkat Jendral?

Selain itu, pemerintah juga telah memetakan kebutuhan produk TIK untuk tahun anggaran 2021-2024. Misalnya, permintaan laptop akan mencapai 1,3 juta unit pada 2024, access point akan mencapai 99.000 unit, dan proyektor LCD akan mencapai 99.000 unit.

“Kita berharap semakin banyak produk yang diproduksi di dalam negeri

dalam kerangka dana yang dimiliki Kementerian Kebudayaan, dan nantinya juga akan kita buat lebih banyak aturannya agar bisa dimanfaatkan sebanyak-banyaknya. Dan kami akan membatasi impor dari luar. “Dia berkata.
pengimpor

Luhut juga mengingatkan agar pemerintah tegas dalam memberantas praktik impor sejumlah individu. Menurut dia, impor tidak perlu dilakukan jika kapasitas domestik cukup untuk memproduksi produk serupa.

“Ini memang kita promosikan (membeli produk lokal). Jadi kita tidak bisa impor dan impor padahal kita bisa memproduksi sendiri. Jadi kita harus memusnahkan orang-orang yang masih bermain-main di sini,” ujarnya.

Baca juga: PPKM Level 4 Sampai 25 Juli, Luhut: Sabar ya….

Untuk memenuhi target belanja produk TIK dalam negeri, Luhut mengatakan pemerintah daerah juga wajib mengalokasikan kelas pendidikan jasmani ke DAK untuk pembelian produk dalam negeri, seperti yang dilakukan Kemendikbud dan Ristek untuk laptop PDN. .

Selain itu, pemerintah juga akan mengupayakan kapasitas riset dalam negeri untuk meningkatkan konten TKDN sehingga dapat menghasilkan laptop merah putih mulai dari desain hingga pengembangan.

Luhut menekankan komitmen pemerintah untuk lebih memperluas industri TIK dalam negeri sehingga tidak perlu lagi impor.

“Kami semakin mengembangkan produk dalam negeri di bidang teknologi informasi (bidang), misalnya server, software, dan akhirnya kami produksi sendiri. Jadi tidak perlu lagi impor,” kata Luhut.

LIHAT JUGA :

serverharga.com
wikidpr.id
riaumandiri.id
dekranasdadkijakarta.id
finland.or.id
cides.or.id