PLNKitsbs.co.id

Wadah Berbagi Para Penduduk Indonesia

Limbah Organik : Pengertian, Jenis dan Contoh

Dalam diskusi ini gurusekolah.co.id akan membahas diskusi tentang sampah organik: definisi, jenis, pengolahan, bersama dengan contoh lengkap

Limbah Organik

pengertian
Memahami sampah organik adalah limbah yang masih dapat diurai oleh bakteri dan, jika dilihat secara luas, definisi sampah organik berasal dari berbagai jenis aktivitas residual pada manusia, hewan dan tumbuhan. Sampah organik atau sampah organik dapat didaur ulang kembali menjadi berbagai hal bermanfaat, seperti kotoran hewan atau manusia yang dapat digunakan sebagai sumber gas.

Ternyata limbah organik dapat ditransformasikan dan juga digunakan sebagai kerajinan, jelas transformasi ini harus dilakukan secara kreatif untuk dapat menghasilkan produk kerajinan bernilai tinggi. Sebagai negara yang memiliki banyak limbah dasar yang dapat digunakan sebagai kerajinan tangan, Indonesia telah membuat produk dari berbagai bahan yang beragam, kreatif, inovatif dan cukup terkenal di luar negeri.

Jenis limbah
Jenis-jenis limbah dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan sumbernya, senyawanya, sifatnya dan juga penampilannya, seperti yang ditunjukkan di bawah ini:

Limbah berbasis senyawa
Sampah berdasarkan sumbernya
Sampah berdasarkan sifatnya
Limbah berdasarkan penampilannya
Limbah berbasis senyawa

Sampah organik adalah banyak sampah yang berasal dari makhluk hidup dan juga dari alam. Limbah organik ini mudah terurai oleh bakteri atau dekomposer dan juga alam itu sendiri dan dapat dengan cepat terurai dengan bantuan manusia. Sampah organik juga dapat dibagi menjadi 2, yaitu sampah organik basah dan sampah organik kering. Sampah organik basah seperti daun, residu buah, limbah sayuran dan sebagainya. Limbah organik kering seperti kertas, sapu tangan, kayu, cabang pohon, dll. Jenis limbah ini dapat digunakan sebagai kompos atau dapat digunakan sebagai kerajinan.

Sampah berdasarkan sumbernya
Ada 6 jenis sampah berdasarkan sumbernya, yaitu:

Limbah industri berasal dari hasil kegiatan industri
Limbah rumah tangga, adalah limbah yang berasal dari kegiatan domestik yang menghasilkan banyak limbah yang dihasilkan oleh anggota penghuni rumah

Limbah tambang, yaitu limbah yang berasal dari produk pertambangan, produk limbah dari pertambangan biasanya dapat berupa bahan tambang, logam dan batu.

Limbah pertanian, limbah ini berasal dari hasil proses pertanian, misalnya ketika petani melakukan pemupukan, pupuk cair yang terbuang akan mengalir dan tersapu di sungai atau saluran irigasi dan akan menyebabkan pencemaran air dan bisa menjadi zat beracun.
Limbah wisata, limbah yang berasal dari pariwisata yang dihasilkan oleh fasilitas transportasi, kendaraan wisata membuang limbah di udara dan menyebabkan polusi udara.

Limbah medis adalah limbah yang berasal dari kegiatan kesehatan, umumnya berasal dari rumah sakit, apotek, klinik dan sejenisnya. Banyak jenis limbah dihasilkan dari sisa-sisa obat-obatan dan juga jenis limbah kimia lainnya.

Sampah berdasarkan sifatnya
Jenis limbah berikutnya adalah sifat limbah. Jenis ini dapat dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu limbah biasa dan limbah bahan berbahaya dan beracun atau juga biasa disebut limbah B3.

Contoh limbah biasa adalah limbah organik, yang dapat menghasilkan polusi yang dapat merusak alam, tetapi dapat dipecah oleh bakteri atau oleh alam itu sendiri. Jenis limbah ini dapat menyebabkan kerusakan baik dalam skala kecil maupun skala besar. Jenis limbah ini termasuk dalam jenis limbah yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Jenis limbah kedua terdiri dari limbah berbahaya dan beracun (B3). Jenis limbah B3 ini bersifat korosif, mudah terbakar, mudah meledak, keracunan, dll. Yang dapat membahayakan lingkungan dan mengancam kelangsungan hidup manusia dan hewan.

Limbah berdasarkan penampilannya
Jenis-jenis limbah berdasarkan bentuknya dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu limbah cair, limbah padat, limbah gas.

Penanganan limbah
prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam pengelolaan limbah termasuk limbah organik yang dikenal sebagai 3R, yaitu:

Reduce (Pengurangan)
Dengan meminimalkan barang atau bahan yang digunakan, dalam hal ini, semakin besar bahan yang digunakan, semakin besar jumlah limbah yang dihasilkan.
Reuse (Penggunaan Kembali)
Pilih item yang masih cocok untuk digunakan dengan menghindari penggunaan item sekali pakai dan dibuang atau sekali pakai.
Daur Ulang (Recycle)
Gunakan dan proses ulang barang yang tidak lagi berguna atau digunakan untuk daur ulang.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian, Jenis-Jenis, Penanganan, Beserta Contohnya Limbah Organik lengkap, semoga dengan penjelasan lengkap dapat menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca Gurusekolah.co.id semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. Sampai jumpa pada pembahasan lainnya.

About

View all posts by