Alibaba akan kehilangan 5 teknologi paling populer di tahun 2020

Alibaba Group telah merilis teknologi yang populer di tahun 2020 melalui fasilitas penelitiannya, Alibaba DAMO Academy. Teknologi ini menandai pesatnya pertumbuhan teknologi.

Dikutip dari medcom.id, beberapa generasi baru teknologi IT, seperti teknologi cloud computing

, kecerdasan buatan (artificial intelligence), blockchain, data intelligence dan jaringan 5G,

Alibaba DAMO Academy membocorkan teknologi paling populer tahun 2020 dan inilah 5 di antaranya:

  1. Kecerdasan kognitif

Ada banyak jenis teknologi kecerdasan buatan dan saat ini digunakan di berbagai produk dan layanan. Beberapa teknologi kecerdasan buatan yang dapat kita lihat adalah voice-to-text (layanan pesan instan), NLP (pemrosesan bahasa alami) di chatbot banking, aplikasi video deepfake, pembelajaran mesin, dll.

Pengembang tidak puas dengan melihat kecerdasan kognitif, yang merupakan versi lanjutan dari kecerdasan buatan. Kecerdasan kognitif akan didasarkan pada psikologi kognitif, ilmu otak, dan sejarah sosial manusia. Ketiganya dipadukan dengan teknik lintas domain sehingga mesin dapat memahami dan menggunakan pengetahuan untuk memperoleh kunci kecerdasan persepsi.

  1. IoT

IoT kini menempati tempat khusus dalam dunia teknologi

. Sistem IoT yang matang akan bermanfaat bagi perusahaan manufaktur untuk melakukan otomatisasi mesin, logistik pabrik, dan rencana produksi untuk mewujudkan model bisnis manufaktur cerdas C2B (manufaktur cerdas konsumen-ke-bisnis).

IoT akan mendorong terciptanya sistem industri yang terintegrasi satu sama lain sehingga dapat mengontrol produksi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Kondisi ini tentunya akan meningkatkan produktivitas yang pada gilirannya akan mempengaruhi bottom line perusahaan.

  1. Blockchain

Mengutip ekrut.com, Blockchain adalah sistem penyimpanan data digital yang berisi catatan yang dihubungkan melalui kriptografi. Teknologi Blockchain saat ini sedang naik daun dan digunakan di berbagai sektor, namun contoh yang paling nyata adalah penggunaan blockchain dalam cryptocurrency seperti Bitcoin.

Kedepannya diprediksi blockchain akan lebih banyak digunakan, terutama yang memungkinkan aset fisik ditempatkan pada aset di blockchain. Selain itu, akan ada semakin banyak aplikasi blockchain kolaboratif multi-dimensi yang inovatif di berbagai industri dan ekosistem di masa depan.

  1. Komputasi dalam memori

Arsitektur Von Neumann memisahkan memori dan prosesor serta komputer

yang membutuhkan data untuk terus bergerak. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi AI, keadaan perangkat keras menjadi kendala untuk penelitian algoritma canggih.

Untuk alasan ini, arsitektur Processing-in-Memory (PIM) muncul, di mana memori dan prosesor terintegrasi dan perhitungan dilakukan di mana data disimpan untuk meminimalkan pergerakan data. Proses ini dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi energi.

  1. Teknologi AI untuk melindungi privasi

Era saat ini menjadikan data sebagai komoditas yang berharga. Oleh karena itu, perlindungan data menjadi penting dan diatur dalam peraturan perundang-undangan negara. Melindungi data melalui undang-undang ini seringkali tidak murah, dan biayanya cenderung meningkat.

Teknologi AI semakin diminati untuk melindungi perlindungan data. Teknologi AI diyakini dapat memberikan solusi untuk masalah penyimpanan data dan masalah penurunan kepercayaan pada praktik berbagi data yang umum saat ini.

Padahal, masih banyak jenis teknologi lain yang diramalkan akan menjadi teknologi penting di masa depan. Tahun 2020, ketika pandemi COVID19 melumpuhkan perekonomian berbagai negara, juga menandai kebangkitan teknologi untuk merevitalisasi dan sebagai solusi untuk memulihkan perekonomian.

Lihat Juga :

https://ruaitv.co.id/
https://cmaindonesia.id/
https://rakyatjakarta.id/
https://gramatic.id/
https://tementravel.id/
https://psyline.id/
https://cinemags.id/
https://imn.co.id/
https://bernas.co.id/
https://mt27.co.id/